Kisahku Masuk Asrama YAPI_Derap Langkahku di Asrama YAPI
Takut Masuk Asrama? Simak
Cerita Saya Masuk Asrama Mahasiswa Islam Walisongo
Sejujurnya, menjadi warga
asrama bukan keinginan penuh saya. Hanya karena fasilitas yang diberikan oleh
pihak yayasan sangat lah luar biasa. Mulai dari subsidi tempat tinggal, makan, hingga
fasilitas lainnya yang menunjang perkuliahan daring (online) ini. Tetapi ada
berbagai hal yang lebih dan sangat berkesan menurut saya, apa saja sih? Mari
simak kisah saya menjadi warga Asrama
Mahasiswa Islam.
Pada akhir tahun 2021,
tepatnya pada awal bulan desember, saya mengikuti Open Recruitment Asrama
Mahasiswa Islam walisongo. Saya mengetahui informasi mengenai adanya asrama ini
dari teman satu kelas saya yang bernama Rofhik. Pada saat itu ia juga mengikuti
Open Recruitment ini bersama satu lagi teman satu kelas yang bernama
Catur. Setelah itu saya dan kedua teman
saya dinyatakan sebagai warga percobaan, dengan mengucap syukur alhamdulillah.
Setelah dinyatakan diterima saya bersama rekan-rekan peserta lain yang
dinyatakan diterima, langsung diinstruksikan oleh panitia Open Recruitment untuk
datang dan menempati langsung kamar yang disediakan. Saya datang lebih dulu
dibanding kedua teman satu kelas saya. Untuk pertama kalinya saya masuk asrama
merasa biasa saja dan belum mengenal banyak teman disekitar asrama. Setelah
kedua teman saya datang, saya hanya berbaur kepada mereka saja. Karena, kedua
teman saya ini sangat introvert dan perlu waktu untuk menyesuaikan suasana
dengan beberapa orang baru. Akan tetapi saya sendiri mencoba “sok asik” saja
kepada siapa pun yang ada di asrama supaya dekat dengan teman-teman di asrama.
Teman-teman diasrama
sangat lah beragam dari berbagai daerah dan berbagai karakteristik yang unik.
Pertama kali saya berbaur dengan para warga tetap, saya mengira mereka tidak
suka dengan saya dan sombong. Ternyata, tidak seperti yang saya bayangkan,
mereka sangat ramah dan baik. Bahkan kami para warga baru disambut dengan ceria
dan ramah oleh mereka bahkan hingga di traktir sebuah makanan oleh para warga
tetap. First impression saya terhadap mereka seketika berubah, dan bahkan
seperti saya merasa sudah dekat sekali dengan mereka. Asik sekali berkumpul
pertama kali dengan para senior di hari pertama saya masuk asrama.
Dihari kedua saya di
asrama tepatnya pada waktu subuh, saya dibangunkan oleh salah satu tetangga
kamar, saya terbangun dan bergegas untuk turun dan mengambil wudhu dan
melaksanakan sholat subuh berjamaah. Setelah melaksanakan sholat subuh, ada
agenda berupa kultum subuh, yang menurut saya sangat menarik materinya. Lalu
dilanjutkan dengan evaluasi dan pembekalan bersama direktur asrama yaitu Bapak
Ustadz Sidik. Kami para warga baru disambut dengan begitu ramah oleh beliau dan
menjelaskan program-program hingga
peraturan yang ada di asrama. Awalnya saya begitu kaget dengan berbagai program
yang ditetapkan, dan bertanya-tanya kepada diri saya “apakah saya sanggup
memanajemen diri saya untuk membagi antara kuliah dengan asrama?” Namun,
seketika terjawab oleh para senior untuk kami para warga baru untuk tidak perlu
khawatir mengenai terhambatnya waktu perkuliahan, karena mereka menjelaskan
bahwa “kuliah dulu yang paling utama” itu seketika bisa menenangkan saya dan
saya juga sadar bahwa sebagai harus memiliki feedback dan lagipula ini untuk
meningkatkan kualitas diri.
Sebagai seorang
mahasiswa, walaupun saya mahasiswa baru, saya cukup disibukkan dengan berbagai
kegiatan seperti perkuliahan, praktikkum, organisasi, dan event-evemt yang
sedang saya jalani. Tetapi saya tetap berusaha mengimbangi dengan kegiatan yang
ada diasrama selagi itu baik dan positif menurut saya. Meski begitu saya tetap memprioritaskan
perkuliahan saya dan pihak asrama juga jelas memakluminya.
Hari-hari sehari-harinya
saya menjalankan program diasrama saya masih agak kaget, akan tetapi saya
mencoba untuk menyesuaikan untuk tetap menjalankan. Merambat satu bulan saya di asrama saya sudah
mulai terbiasa dengan program-program yang ada diasrama. Hingga datanglah
pelantikan pengurus baru dan kebetulan saya mengemban amanah menempati divisi
rumah tangga. Awalnya saya masih belum paham mengenai tugas-tugas yang harus
dijalani oleh divisi ini, namun saya mulai mengerti ketika ketua asrama
memberikan arahan-arahan dan mengajari bagaimana prosedur rumah tangga yang
baik dan benar. Lalu saya mulai belajar membuat SOP, proposal rumah tangga,
jadwal-jadwal, dan lain-lain. Dan alhamdulilah saya sudah mulai mengerti dengan
prosedur divisi ini.
Selain disibukkan dengan
berbagai kegiatan baik di perkuliahan maupun di asrama, saya selalu
menyempatkan untuk berbaur dan bersosialisasi dengan teman-teman asrama untuk
menghilangkan rasa lelah dengan berbagai kegiatan. Dengan berbagai topik
obrolan yang random, membuat seru dan asik. Terlebih lagi banyak dari
teman-teman asrama yang dari berbagai jurusan, jadi semakin banyak yang dibahas
dan didiskusikan bersama teman-teman asrama, dengan begitu semakin banyak
referensi dan informasi yang menarik dan mengesankan untuk di bahas dan
didiskusikan bersama.
Itulah sehari-harinya
saya selama di asrama hingga saat ini, sangat mengesankan bukan? Tidak perlu
takut untuk masuk asrama mahasiswa, terutama asrama YAPI karena selain dibina
dan dibekali, tentu banyak sekali menemukan teman-teman yang sangat beragam,
Lingkungan sekitar yang nyaman dan pasti mendapatkan pengalaman-pengalaman lain
yang sangat mengesankan.
Tentang Penulis

Komentar
Posting Komentar